Kerangka Berfikir Islam

pandangan kita tentang islam

7 Hari Jadi Juragan

Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya. Dan bisnis itu tidak dibangun dalam satu malam

Memakan Riba

Dosa - Dosa Besar Salah Satunya Memakan Riba

MANTRA - DEDY CORBUZIER

Ebook dengan 117 halaman

Siyasah

Kekuasaan Pengelolaan Sumber Daya Alam "Timah"

Sunday, December 4, 2016

Istiqamah

sering dibuat bingung dengan tidak menentunya kehidupan ini hingga antara nafsu dan wahyu selalu berbenturan tak jarang akal sehatpun luput dari penguasaan nafsu, ketika menginginkan sesuatu namun selalu tidak sefrekuensi dengan tindakan yang dibuat, maka penyebab utama ialah keegoisan yang ada pada diri. maka dari itu, penempatan istiqamah harus sejajar dengan keimanan seseorang, karena keimanan hanya bisa dilalui dengan istiqamah. niscaya bagi yang istiqamah tidak akan merugi dari waktu ke waktu bahkan imannya, kualitas dirinya akan terus bertambah dan bertambah.
berikut makna istiqamah menurut para sahabat dan ulama :
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A: Istiqomah itu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga.
  • Umar bin Khattab R.A: Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.
  • Utsman bin Affan R.A: Istiqomah artinya ikhlas.
  • Ali bin Abi Thalib R.A: Istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban.
  • Dari Ibnu Abbas R.A: Istiqomah itu memiliki 3 macam arti: Istiqomah dengan lisan (Bertahan terus dalam membaca Syahadat), istiqomah dengan hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat dan jujur) dan istiqomah dengan jiwa (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa terputus).
  • Dari Ar Raaghib: Istiqomah itu tetap di atas jalan yang lurus.
  • Dari An Nawawi: Tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin). Jadi istiqomah mengandung pengertian bahwa: “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”.
  • Dari Mujahid: Istiqomah adalah komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla.
  • Dari Ibnu Taymiah: Istiqomah dalam mencintai dan beribadah kepada Allah tanpa kearah menoleh ke kanan kiri
Wassalam,

dari hamba yang dhoif dan kufur